MI Purwosono – Semangat kemerdekaan dan jiwa patriotisme ditunjukkan oleh peserta didik MI Nurul Islam Purwosono dalam ajang Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Tingkat Kecamatan Sumbersuko yang digelar pada Sabtu (15/08/2026). Dalam perhelatan tahunan ini, madrasah menerjunkan dua peleton terbaiknya, yakni masing-masing satu peleton putra dan satu peleton putri.
Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah tampak memadati area pemberangkatan di depan Balai Desa Mojosari. Dengan nomor dada 005 untuk peleton putra dan nomor dada 030 untuk peleton putri, kedua kontingen siap unjuk kebolehan dan kekompakan barisan di hadapan dewan juri serta masyarakat yang memadati rute perlombaan.
Kekompakan Peleton Pramuka Putra dan Seragam Hijau Putih Putri
Pada barisan putra, para peserta tampil gagah mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan setangan leher merah putih dan bertopi hitam. Di bawah komando pemimpin peleton, langkah tegap dan formasi barisan putra melesat mantap melewati garis start setelah bendera pelepasan dikibarkan oleh pihak panitia dan petugas keamanan.
Tak kalah memukau, peleton putri tampil anggun, rapi, dan penuh percaya diri mengenakan seragam kebanggaan madrasah bernuansa hijau-putih lengkap dengan jilbab dan topi. Formasi barisan yang rapi, gerak langkah yang serasi, serta kekompakan tempo berhasil mencuri perhatian dan mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.
Bukan Sekadar Menang atau Kalah, Melainkan Proses Menempa Diri
Bagi MI Nurul Islam Purwosono, keikutsertaan dalam perlombaan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar mengejar piala atau predikat juara. Ajang ini dipandang sebagai ruang kawah candradimuka untuk membentuk mentalitas dan karakter peserta didik.
"Perlombaan ini bukan semata-mata perihal menang atau kalah, maupun piala apa yang akan dibawa pulang. Esensi terpenting terletak pada proses perjuangan anak-anak: bagaimana mereka belajar disiplin, menahan terik matahari saat latihan berhari-hari, meredam ego pribadi demi menyamakan ritme langkah bersama, serta membangun rasa saling percaya antar-teman dalam satu barisan," ungkap pihak madrasah di sela-sela kegiatan.
Melalui proses latihan yang konsisten dan penuh perjuangan tersebut, para siswa ditempa untuk memahami arti kerja keras, kebersamaan, dan pantang menyerah. Dukungan penuh dari para guru, pembina, serta wali murid turut menjadi energi positif yang mengiringi langkah para peserta hingga sukses menuntaskan rute hingga ke garis finis dengan penuh rasa bangga.
Penulis :
Abdul Holiq

.jpg)


















.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)







Posting Komentar