Perlombaan hari pertama ini dikemas secara edukatif dan interaktif dengan membagi kategori peserta berdasarkan tingkatan kelas:
Fase Kelas Rendah (Kelas 1, 2, dan 3): Lomba Memasang Anggota Wajah
Pada lomba ini, peserta ditantang memasang potongan indra wajah—mulai dari mata, hidung, alis, hingga mulut—pada pola gambar di kardus. Tanpa melihat secara langsung posisi depan, anak-anak harus mengandalkan kepekaan rabaan dan arahan suara. Gelak tawa pun pecah saat posisi mata atau hidung yang terpasang miring dan tidak pada tempatnya, melatih ketelitian sekaligus menghadirkan hiburan yang mendidik bagi siswa fase fondasi ini.
Fase Kelas Tinggi (Kelas 4, 5, dan 6): Lomba Mengeluarkan Bola dari Kardus (Goyang Kardus)
Suasana halaman madrasah semakin memanas saat peserta kelas tinggi beraksi. Masing-masing peserta diikatkan kardus berisi bola di pinggang bagian belakang. Peserta harus bergoyang seaktif mungkin tanpa menyentuh kardus dengan tangan agar seluruh bola keluar melalui lubang yang disediakan. Gerakan energik, lincah, dan penuh ekspresi para siswa mengundang sorak-sorai serta tepukan riuh dari bapak/ibu guru juri serta teman-teman yang menonton dari selasar kelas.
Ibu dan Bapak Guru yang bertindak sebagai juri serta pemandu acara turut larut dalam keseruan, memberi semangat serta aba-aba dengan penuh kehangatan. Perlombaan ini dirancang tidak hanya untuk mengejar predikat juara, melainkan menanamkan nilai sportivitas, keberanian, kelincahan, dan mempererat rasa persaudaraan antarwarga madrasah.
Rangkaian perlombaan Agustusan di MI Nurul Islam Purwosono masih akan terus berlanjut dengan ragam cabang lomba lain yang tidak kalah seru dan menantang pada hari-hari berikutnya.
Penulis :
Abdul Holiq
.jpeg)
.jpg)
.jpeg)


.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)








.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)














.jpeg)

.jpeg)


Posting Komentar