Biar Nggak Ada yang Nakal, Babinsa TNI Turun Tangan Beri Edukasi Anti-Bullying di MI Nurul Islam Purwosono


MI PURWOSONO – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATAMUDA), suasana di MI Nurul Islam Purwosono tampak berbeda dan penuh semangat yang berbeda dari sebelumnya. Hari ini, Rabu (15/07/2026), madrasah kedatangan tamu spesial untuk membawakan materi yang sangat krusial bagi tumbuh kembang karakter siswa: Pencegahan Bullying atau Perundungan.

Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang hadir adalah perwakilan dari institusi pertahanan negara. Adalah Pak Afandi , Bintara Pembina Desa Purwosono Koramil Sumbersuko, TNI AD, yang menjadi "guru" istimewa bagi para siswa baru. Kehadiran Babinsa berpakaian dinas lengkap ini langsung mencuri perhatian dan disambut antusiasme luar biasa dari ratusan siswa.



(Caption: Suasana Hari Ketiga MATAMUDA MI Nurul Islam Purwosono. Pak Afandi (Babinsa) didampingi seorang siswa, memberikan edukasi anti perundungan di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan saksama di ruang serbaguna, Rabu (15/07/2026).)


Dalam gambar yang diambil secara langsung dari lokasi kegiatan, terlihat suasana akrab dan edukatif di ruang serbaguna madrasah. Pak Afandi (Babinsa), yang mengenakan seragam dinas TNI lengkap, berdiri di panggung yang didekorasi sederhana. Di sampingnya, seorang siswa laki-laki dengan peci putih dan seragam bermotif batik khas madrasah tampak berdiri percaya diri saat berinteraksi dengan sang Babinsa.


Di hadapan mereka, ratusan siswa baru duduk rapi di lantai dengan tertib, menciptakan pemandangan barisan warna-warni yang padat. Siswa perempuan terlihat menonjol dengan kerudung hijau limau dan putih mereka, sementara siswa laki-laki kompak mengenakan peci hitam. Antusiasme terlihat jelas dari ekspresi wajah para siswa yang fokus menyimak paparan dari Babinsa.


Di latar belakang panggung, terdapat spanduk ucapan selamat datang untuk peserta didik baru MI Nurul Islam Purwosono tahun pelajaran 2026/2027, serta kaligrafi Arab dan foto pejabat negara yang menghiasi dinding aula tersebut. Gambar ini dengan sempurna menangkap esensi kolaborasi antara instansi pertahanan dan lembaga pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi muda.


Menanamkan Nilai Kedamaian dan Saling Menghormati

Dalam materinya, Pak Babinsa tidak hanya menjelaskan apa itu perundungan dan dampaknya yang merusak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati yang diajarkan dalam Islam dan terkandung dalam nilai-nilai Pancasila.

"Tugas TNI adalah melindungi rakyat. Di sini, di madrasah ini, kalian harus belajar untuk saling melindungi teman. Tidak boleh ada yang saling mengejek, memukul, atau menyakiti, baik dengan kata-kata maupun fisik. Madrasah adalah tempat untuk mencari ilmu dan berkawan, bukan untuk menjadi musuh," tegas Pak Afandi (Babinsa) dengan nada tegas namun penuh kasih, yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh dari seluruh siswa.

 


Sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah. Babinsa menggunakan metode interaktif, di mana siswa diajak untuk berani mengidentifikasi perilaku perundungan dan melaporkannya kepada guru jika mereka melihat atau mengalaminya. Sesi tanya jawab pun berlangsung ceria, dengan banyak siswa yang berebut angkat tangan untuk berinteraksi dengan Babinsa.


Sinergi Madrasah dan TNI untuk Lingkungan Belajar Aman

Kepala MI Nurul Islam Purwosono, Ulya Faidah, menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Babinsa TNI untuk hadir dan berbagi ilmu dalam rangkaian MATAMUDA ini.


"Kehadiran Bapak Babinsa sangat strategis. Sosialisasi anti bullying dari narasumber yang memiliki kewibawaan seperti TNI akan memberikan dampak psikologis yang positif dan lebih membekas bagi siswa. Ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan lingkungan madrasah yang 'Aman, Nyaman, dan Ramah Anak'," ujar Ulya Faidah selaku Kepala Madrasah.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa baru MI Nurul Islam Purwosono tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki hati yang lembut, berakhlak mulia, serta berani menjadi agen perdamaian dan antikekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas. MATAMUDA hari ketiga ini telah menjadi langkah nyata yang penting menuju madrasah bebas perundungan.


Penulis :
Abdul Holiq





















Post a Comment

Lebih baru Lebih lama