Lestarikan Amalan NU Sejak Dini, Siswa MI Nurul Islam Purwosono Gelar Istighosah dan Ziarah Masyayikh di Jumat Manis

 


MI Purwosono – Suasana penuh keberkahan dan kekhidmatan menyelimuti Pangkalan MI Nurul Islam Purwosono pada Jumat Manis, 7 Agustus 2026. Seluruh siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, didampingi secara langsung oleh jajaran dewan guru, melantunkan doa dan mengikuti serangkaian amalan An-Nahdliyah yang dikemas dalam kegiatan spiritual rutin.

Kegiatan diawali di area madrasah dengan pembacaan istighosah, tahlil, serta doa bersama. Lantunan kalimat-kalimat thayyibah yang dipimpin oleh para ustadz dan ustadzah bergema khusyuk, melatih para peserta didik untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sejak usia dini.


Berjalan Kaki Menuju Makam Masyayikh dan Pendiri

Usai memanjatkan doa bersama di madrasah, seluruh rombongan siswa dan dewan guru melanjutkan agenda dengan berjalan kaki menuju pemakaman setempat. Dengan tertib dan santun, para siswa berziarah ke makam para pendiri MI Nurul Islam Purwosono serta para kyai dan tokoh agama setempat.

Di area pemakaman, para siswa kembali dipandu untuk membaca tahlil dan mendoakan para masyayikh yang telah berjasa besar dalam merintis pendidikan Islam serta mensyiarkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di wilayah Purwosono.


Menanamkan Nilai Aswaja dan Penghormatan Kepada Guru

Kegiatan di hari Jumat Manis ini dirancang sebagai sarana edukasi spiritual yang nyata bagi peserta didik. Beberapa nilai utama yang ditanamkan melalui agenda ini antara lain:

  • Pendidikan Karakter Aswaja An-Nahdliyah: Mengajarkan dan membiasakan amalan khas NU seperti istighosah, tahlil, dan ziarah kubur agar melekat menjadi tradisi kehidupan siswa.

  • Penghormatan Kepada Guru dan Pendiri (Birrul Walidain wal Masyayikh): Menumbuhkan rasa takzim dan terima kasih atas jasa-jasa para kyai serta perintis madrasah.

  • Pengingat Kematian (Zikrul Maut): Melatih kelembutan hati siswa agar memahami hakikat kehidupan dan pentingnya menabung amal kebaikan.

Melalui tradisi Jumat Manis ini, MI Nurul Islam Purwosono terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, berakhlakul karimah, serta teguh memegang tradisi keislaman yang rahmatan lil 'alamin.


Penulis :
Abdul Holiq







Post a Comment

Lebih baru Lebih lama